Pendakian Gunung: Kesempatan Hidup Lebih Dekat Dengan Alam

Rezeki yang sangat berlimpah tercurahkan menjadi sebentuk udara untuk bernafas, matahari, angin, air sumber kehidupan, pepohonan dan tak terhitung jumlahnya tanaman yang dapat dimakan serta hewan pula yang dapat dijadikan konsumsi setiap hari. Begitu banyak. Bumi, menyediakan semua kebutuhan kita. Menunjang kehidupan kita setiap hari.

Namun seiring waktu berjalan, umur bertambah dan kecanggihan teknologi semakin maju. Modernisasi membuat kita seperti memiliki tujuan lain dari kehidupan ini. Kebutuhan yang dirasa tidak pernah cukup, keinginan yang tak pernah selesai. Mengakibatkan keburukan, sifat-sifat negatif yang berlebihan dan perencanaan yang membuat kita lupa akan keberadaan alam.

Dibalik itu semua, ada goncangan terhadap alam. Itikad perusakan, pemanfaatan alam yang diluar batas, sehingga mengakibatkan berbagai bencana alam terjadi. Itu semua cukup untuk menjadikan cerminan yang membuat kita harus hidup lebih dekat bersama alam. Dan pendakian gunung, salah satu aktifitas yang dapat menanamkan rasa perhatian terhadap alam semesta ini.

Kesempatan Untuk Hidup Lebih Dekat Bersama Alam, Pendakian Gunung Mengubah Cara Berkehidupan Menjadi Lebih Baik
Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede
Sebuah pendakian gunung adalah kesempatan untuk hidup lebih dekat bersama alam. Kedekatan, keakraban dan ikatan antara manusia dan alam mudah sekali untuk dirasakan melalui pendakian gunung. Jika di lingkungan rumah kita hanya berbicara tentang persaingan, penghasilan, jabatan dan pencapaian. Disini kita hanya akan berfikir, merasakan keterkaitan antara kita sebagai pendaki gunung bersama tuhan dan keberadaan alam.

Sedikit demi sedikit ego terkikis, keangkuhan cara berkehidupan kita mulai mereda jika cara pendakian gunung kita terapkan di rumah atau di kehidupan sehari-hari. Meskupin tidak semua dapat merasakan keberadaan alam melalui pendakian gunung, menerima kasih sayang alam untuk menunjang kehidupan dan kebutuhan kita sebagai manusia. Pendakian tetaplah merupakan salah satu kesempatan untuk hidup lebih dekat bersama alam.

Dan tidak semua orang terketuk hatinya untuk melakukan pendakian gunung. Tidak juga diberi kesempatan untuk merasakan hidup lebih dekat dengan alam. Meskipun sebenarnya, disini, di kota tempat kita tinggal, semua kebutuhan hidup kita ada pada alam.

Bumi, tempat kita hidup, tempat dimana kita menghabiskan banyak waktu. Tidak semua orang dapat merasakannya dan menghargainya, kita dituntut untuk tidak demikian. Dan harus hidup lebih baik bersama alam, baik diberikan kesempatan untuk mendaki gunung ataupun tidak. Karena itulah hakekat hidup. Merawat, menjaga dan memanfaatkan alam sebagai mana mestinya, seperti yang diamanahkan sang maha pencipta. Keseimbangan hidup antara alam dan manusia haruslah tetap terjalin dan terus berjalan.

Baca juga:
Pendakian Gunung Argopuro dan Semeru
Pelajaran Hidup Dari Pendakian Gunung

Problematika Berita Online: Antara Percaya Berita Hoax atau Tidak

Ketika masuk beranda social media, seketika mata seperti ditarik kedalam sebuah lubang berisi orang-orang fanatik. Berkerumunan menyimak, berkomentar, berpendapat lalu saling membenci. Setiap hari, ada banyak media online khususnya topik "berita" mengupas suatu perkara tidak sampai tuntas, sehingga pemberitaan semacam ini seperti suara anjing menggonggong kafilah berlalu. Lucunya, berita yang baru setengah matang ini sudah menjadi konsumsi publik. Banyak pengguna sosmed terperangkap, lalu terbawa arus sebuah pemberitaan yang padahal itu hanya sebuah kebohongan.

Khususnya bagi mereka yang tidak tahu, bahwa saat ini telah banyak oknum kacangan yang berburu penghasilan dari iklan. Membuat sedemikian rupa sebuah berita yang belum tentu kebenarannya, sehingga membuat boom, membuat pancingan kepada mereka yang tidak percaya ada berita semacam itu. Problematika yang kecil namun cukup membuat geli. Sang oknum bisa saja sambil tertawa, atau polos tak peduli. Tetapi dampaknya kecil tapi berarti.


Ada banyak situs online yang mengusung topik aneh bertajuk ekstrim. Anda pasti sering melihat sebuah artikel yang berjudul "harga beras naik drastis, rakyat diperkirakan akan mati kelaparan. Tolong sebarkan berita ini agar semua orang tahu!" atau yang saat ini tengah hangat-hangatnya tentang harga rokok yang melambung tinggi. Apakah Anda percaya dengan berita semacam itu? ini hanya masalah kecil, tapi tetap menjadi perbincangan Anda setiap hari. Yang tanpa disadari, anda hanya membuang waktu saja.

Solusi Terhindar Dari Berita HOAX dan Terjebak Dalam Situs Palsu
Ada sebuah peribahasa mengatakan, indah kabar daripada rupa yang artinya Suatu kabar berita yang dilebih-lebihkan daripada yang sesungguhnya. Mungkin, peribahasa ini cukup berkaitan dengan apa yang tengah ada saat ini. Anda harus mencerna sebuah berita dan tidak harus langsung percaya. Sang oknum melebihkan sebuah kabar, bahkan seringkali menerbitkan artikel yang bertolak belakang dengan pemberitaan yang sebenarnya. Salah satu dari tujuannya adalah membuat situs webnya ramai dengan pengunjung!

Situs semacam ini tidak asing lagi dikalangan para blogger. Khususnya mereka yang berkecimpung di ranah periklanan. Sebab apa, bagi para publisher, ramainya kunjungan sedikit menentukan penghasilan perbulannya. Apalagi saat ini, publisher indonesia yang memilih topik bahasa indonesia dibayar murah oleh penyedia layanan iklannya. Tentu Anda yang awam dalam hal ini hanya mengkerut kening tak mengerti? namun secara sederhananya Anda tahu sekarang? bahwa sang oknum yang membuat berita hoax hanya butuh uang.

Solusi supaya Anda mendapatkan berita yang benar dan terhindar perangkap berita hoax adalah berlangganan situs web terpercaya. Anda mungkin pernah berlangganan koran di rumah? cari situs koran yang sering Anda baca. Lambat laun Anda akan paham dan dapat mengenali mana yang hoax dan mana berita yang sebenarnya. Beberapa hal yang juga bisa membuat tidak percaya dengan berita hoax adalah membaca suatu berita sampai akhir.

Cara penyampaian, teknik penulisan serta pemilihan tema berita juga akan sangat berbeda sekali. Dengan membaca berita tersebut sampai akhir, Anda sendiri dapat memastikan berita tersebut bohong atau tidak. Berita yang benar juga selalu terdapat sumber terpercaya dan dampaknya nyata dirasakan.

Setelah membaca artikel ini, apakah Anda percaya hoax? atau tidak perduli sama sekali dengannya. Sedikit ataupun banyak benarnya, dari artikel ini semoga Anda mendapatkan sebuah manfaat. Terimakasih sudah berkunjung dan membaca, salam hangat untuk Anda semua.

Nasionalisme Pendaki Gunung, Memperingati Hari Kemerdekaan

Suatu kebanggan tersendiri bagi saya pribadi melihat nasionalisme para pendaki gunung yang turut memperingati hari kemerdekaan indonesia di alam bebas. Penyelenggaraan yang sangat luar biasa, dibalik lelahnya naik gunung ternyata mereka masih bisa mengibarkan sang saka merah putih bahkan sempat melaksanakan upacara bendera dengan khidmat.

Tidak hanya para pengendara motor yang dapat memperingati hari kemerkaan dengan touring, para pemanjat mengibarkan bendera di tebing yang tinggi, atau rangkaian atraksi fly pass pesawat tempur dari Penerbang TNI AU, pendaki gunung pun antusias dapat menunjukan kecintaannya terhadap bangsa ini dengan menyelenggarakan peringatan hari kemerdekaan indonesia di gunung, bahkan di atas puncak gunung.

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke 71, Di Kawah Gunung Galunggung. FKPAT (forum komunikasi pecinta alam tasikmalaya) Foto, oleh kang kopral
Perayaan HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Gunung Kaba, Bengkulu, Rabu (17/8/2016). (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo Putro)
HUT RI ke-71, Bendera Merah Putih Berkibar di Gunung Tertinggi di Eropa
Suasana upacara HUT RI di Shelter Utama Gunung Talang Kabupaten Solok, Rabu (17/08/2016). (Dokumentasi Humas Pemkab Solok)
HUT RI ke 71 : Pengibaran Bendera Merah Putih Akan Dikibarkan di Gunung Semeru

Inilah salah satu tanda rasa nsionalisme para penggiat alam bebas dalam memperingati hari kemerdekaan republik indonesia yang ke 71. Kebanggan untuk para pahlawan yang telah berjuang meraih kemerdekaan bangsa, diwujudkan dalam peringatan sebagai tanda rasa nasionilsme.

Info Transportasi Gunung Ungaran Jalur Jimbaran Pos Mawar

Ungaran merupakan gunung yang terletak di kabupaten semarang, jawa tengah. Diatas puncaknya dengan ketinggian 2050mdpl Anda akan melihat pemandangan yang memukau yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Kendalisodo dengan Rawa Peningnya, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Perahu.

Ada 3 jalur yang dapat dilalui untuk mencapai puncak ungaran, yaitu melalui Jimbaran pos mawar, dari Taman Wisata Candi Gedong Songo, Ambarawa dan dari Medini, Limbangan, Kendal. Jika Anda akan melakukan pendakian gunung ungaran melalui jimbaran pos mawar, berikut informasi transportasinya:

Info Transportasi Gunung Ungaran Jalur Jimbaran Pos Mawar, Dari Semarang, Solo dan Yogyakarta


Dari Semarang
Untuk sampai di pos mawar, ada beberapa angkutan umum yang bisa mengantarkan Anda kesana. Apabila Anda menggunakan kereta api dan turun di stasiun tawang, Anda ambil angkutan mikrolet jurusan terboyo. Ongkosnya Rp.5000,-. Dari terboyo naik lagi bus jurusan salatiga atau Ambarawa, ongkosnya Rp.15.000,- lalu minta turun di Tegal Panas, Rumah Sakit Ken Saras atau Pasar Babadan. Dari pasar babadan atau tegal panjang naik mikrolet lagi jurusan pasar jimbaran, ongkosnya Rp.7000,-. Dari pasar bisa menggunakan ojek untuk sampai ke pos mawar, ongkosnya sekitar Rp.20.000,-. Kalau saya dari pasar jimbaran itu jalan kaki, karena tidak tahu ada angkutan lagi.

Dari Solo
Dari terminal solo naik bus jurusan terminal terboyo, ongkosnya Rp.30.000,-. Lalu Anda harus minta turun di daerah Tegal Panas atau di Rumah Sakit Ken Saras atau Pasar Babadan. Saya waktu itu naik bus dari tawangmangu, karena baru turun dari pendakian gunung lawu dan langsung berangkat menuju gunung ungaran. Dari pasar babadan, Anda bisa langsung naik mikrolet jurusan jimbaran, ongkosnya Rp.7000,-. Kalau sudah sampai sini, untuk sampai ke pos mawar sama seperti dari arah semarang, bisa naik ojek atau mikrolet.

Dari Yogyakarta
Kalau dari yogyakarta, Anda harus naik angkutan umum yaitu bus jurusan terminal Terboyo dari Terminal jombor yogyakarta. Bus ini ada 24 jam, jadi kalau Anda datang malam hari, bus jurusan terboyo pasti ada. Ongkos dari terminal jombor ke terminal terboyo Rp.30.000,-. Titik pemberhentian sama seperti dari arah semarang ataupun solo, yaitu di daerah Tegal Panas atau di Rumah Sakit Ken Saras atau Pasar Babadan. Untuk sampai di pos mawar, dari pasar babadan, transportasinya sama naik ojek atau mikrolet.

Itulah informasi yang bisa saya sampaikan, mengenai Transportasi Gunung Ungaran Jalur Jimbaran Pos Mawar. Semoga membantu, jika ada kesalahan mohon direksi dengan mengisi form komentar di bawah ini.